Semarang – Minggu pagi di Kelurahan Meteseh tampak berbeda. Di antara para pejalan kaki, pesepeda, dan pedagang yang meramaikan suasana Car Free Day (CFD), hadir sebuah sudut yang tak biasa: Lapak Baca CFD. Sebuah inisiatif sederhana namun sarat makna, digagas untuk menebarkan semangat literasi di ruang publik. Lapak ini menyajikan berbagai pilihan buku bacaan, mulai dari cerita anak, buku pengetahuan umum, hingga bacaan islami dan majalah bergambar. Tak hanya itu, tersedia juga permainan edukatif seperti puzzle, ular tangga edukasi, dan permainan kartu bergambar yang menarik perhatian anak-anak dan keluarga. Dengan konsep terbuka dan partisipatif, anak-anak bebas memilih buku yang ingin dibaca sambil duduk lesehan di atas tikar yang digelar di pinggir jalan CFD. Beberapa relawan juga ikut membantu membacakan cerita bagi anak-anak yang belum lancar membaca, menciptakan suasana interaktif dan menyenangkan. “Tujuan kami sederhana, ingin mengenalkan budaya membaca ke masyarakat, khususnya anak-anak, lewat cara yang santai dan menyenangkan,” ujar salah satu relawan Lapak Baca. Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat sekitar. Banyak orang tua yang mengapresiasi kehadiran lapak baca ini sebagai alternatif aktivitas positif di tengah dominasi gadget dan hiburan digital. Lapak Baca CFD di Kelurahan Meteseh rencananya akan digelar secara rutin setiap dua minggu sekali. Siapa pun bisa ikut bergabung, membawa buku, atau menjadi relawan pembaca cerita. Sebab literasi bukan hanya tentang membaca buku, tapi juga tentang menciptakan ruang belajar yang menyenangkan untuk semua.